internet

Senin, 21 Maret 2011

Ekowisata

Ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.



Setiap individu mempunyai cara belajar yang berbeda walaupun dengan materi yang sama. Agar efektif perlu kiranya setiap kekhasan cara belajar tersebut dikelompokkan sesuai dengan kekhasan tersebut. Dengan kata lain sesuai dengan kelompok kecerdasannya masing-masing. Individu yang telah sesuai dengan cara belajar mereka, maka sangat efektif sekali dalam menyerap informasi, bagaikan spon yang dicelupkan ke air dan akan menyerap air sampai optimal hampir tanpa energi yang berarti.

Tantangan kehidupan seiring dengan perkembangan peradaban dan kompleksiatas kehidupan, kita harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat dan persaingan kehidupan ekonomi yang sangat ketat. “Kemampuan Super” untuk beradaptasi ini harus menjadi prioritas utama untuk mengajar dan mendidik anak-anak kita. Oleh karenanya diperlukan suatu cara : Belajar bagaimana cara Belajar Belajar bagaimana cara Berpikir

Siswa yang telah berbekal “Bagaimana cara BELAJAR dan BERPIKIR” dan telah menjadi bagian dari diri mereka, Insya Allah mereka akan tumbuh menjadi manusia yang mandiri secara ekonomi , memiliki hubungan kemanusiaan yang mantap, serta memiliki pertumbuhan kepribadian yang mantap. Dan mereka pun akan sangat mengenal diri mereka dan pada akhirnya mereka akan mengenal Tuhannya serta “Cinta” kepada-Nya akan semakin dalam dan abadi.

Belajar “BAGAIMANA CARA BELAJAR DAN BERPIKIR” berarti belajar dengan cara yang sesuai dengan cara otak belajar dan bekerja. Ini juga berarti proses pembelajaran akan sangat khas atau berbeda bagi setiap individu walaupun dengan materi yang sama, karena otak manusia sesungguhnya sangat individual, khas, dan spesifik. Dengan kekhasan setiap otak manusia ini, akan lebih optimal dan efektif bila kiranya setiap individu dikelompokkan sesuai dengan kekhasan cara belajar mereka.
Kondisi fisiologis mereka ketika belajar juga akan sangat berpengaruh terhadap keefektifan cara belajar mereka. Suasana dan kondisi lingkungan yang menyenangkan (Fun Learning), akan sangat mendukung dalam proces pembelajaran ini.
Berdasarkan hal tersebut, sangatlah penting bagi kita untuk mengkonsep sebuah pendidikan yang menyelenggarakan sistem belajar mengajar yang menghargai setiap potensi yang ada, serta diselaraskan dengan kondisi psikologis siswa, sehingga otak mereka akan sangat mudah untuk bekerja sama dalam proses pembelajaran dan proses belajar pun akan menjadi sangat optimal dan efektif.
Budaya Belajar harus menjadi “Petualangan seumur hidup” dan “Perjalanan eksplorasi tanpa akhir”, sehingga pertumbuhan seluruh kepribadian kita akan tercelup dan terwarnai dengan nilai-nilai yang kita pelajari. Dengan demikian “Belajar” akan menjadi sangat bermakna dan sanggup mencetak pribadi-pribadi yang Beradab.

Accelerated Learning Setiap informasi yang yang masuk akan melalui sistem limbik. Bila kondisi individu yang menerima info dalam kondisi FUN, NYAMAN, SANTAI dan sesuai cara belajarnya, maka informasi akan diteruskan ke masing-masing “pintu” belahan otak (NEOKORTEKS) sesuai dengan cara belajar masing-masing individu. Informasi akan menetap di belahan otaknya masing-masing. Pembelajaran akan berlangsung efektif dan alamiah. Enak kan …kayak main spon di celupkan ke air aja Namun bila kondisi belajar tidak FUN atau tidak sesuai dengan cara belajar masing-masing individu, informasi tsb akan diteruskan ke batang otak, dengan kata lain informasi tsb “dibuang”. Aduh…kacian amat jadi tak berarti,…buang waktu dan tenaga …:)

Kecerdasan Majemuk Setiap individu punya cara belajar yang berbeda dengan individu yang lain. Namun demikian,ada yang mempunyai kekhasan yang hampir mirip. Untuk memudahkan bagaimana masing-masing individu mengoptimalkan kekhasan cara otak belajar mereka, dibentuk kelompok-kelompok sesuai dengan kekhasan tsb. Sehingga process pembelajaran akan lebih optimal dan efektif. Kenapa demikian? Karena mereka punya cara belajar yang hampir sama…Mereka yang mempunyai berpikir cenderung logis, tentunya akan sangat efektif sekali bila mereka berada dalam lingkungan atau kelompok yang sama-sama berpikir logis. Akan sangat tidak efektif bila dicampur dengan kelompok yang cenderung tidak logis…
Serius amat sih…santai aja ya… :)
Kekhasan cara otak belajar tsb, lebih sering disebut sebagai dengan “kecerdasan majemuk” atau “Multiple Intelligence”, yang selanjutnya disebut KM atau MI. Pemgelompokkan kecerdasan ini bisa dikelompokkan menjadi 8 atau bahkan ada yang mengelompokkan menjadi 9 kelompok. Namun secara umum tercakup dalam 4 kelompok kecerdasan :Matematis-logis, Kinestetis, Liguistis, Visual Spasial
(sumber : wikipedia)

Perbedaan Pelanggan dan Konsumen


Pelanggan atau langganan merujuk pada individu atau rumahtangga, perusahaan yang membeli barang atau jasa yang dihasilkan dalam  ekonomi. Secara spesifik, kata ini sering pula diartikan sebagai seseorang yang terbiasa untuk membeli barang pada suatu toko tertentu. Dalam berbagai pendekatan, tergantung dari sifat dari industri atau budaya, pelanggan bisa disebut sebagai klien, nasabah, pasien. Maknanya adalah pihak ketiga di luar sistem perusahaan yang karena sebab tertentu, membeli barang atau jasa perusahaan.
Dalam kegiatan usaha, seorang pemasar atau penjual, mendekati prospek. Prospek dipahami sebagai relasi bisnis yang membangun hubungan dengan perusahaan. Prospek adalah relasi yang bisa sudah menjadi pelanggan ataupun belum. Dalam pengertian yang lebih luas, relasi bisnis menyangkut hubungan bisnis dengan semua pihak ketiga di luar perusahaan. Termasuk dalam kriteria ini : supplier/vendor,bank, atau pihak lainnya.Kebutuhan pelanggan dapat didefinisikan sebagai barang atau jasa yang dibutuhkannya untuk mencapai tujuan tertentu. Pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda tingkatannya dan pengharapan pelanggan biasanya dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya, iklan, pemasaran, serta bentuk komunikasi lain, baik dari pemasok maupun sumber-sumber lainnya.
Kebutuhan maupun pengharapan pelanggan dapat ditentukan melalui wawancara, survei, perbincangan, penggalian data, atau metode-metode pengumpulan informasi lainnya. Pelanggan mungkin tak memiliki pemahaman jelas mengenai kebutuhannya. Bantuan untuk menentukan kebutuhan dapat menjadi suatu layanan yang berharga bagi pelanggan. Pada proses ini, pengharapan dapat diatur atau disesuaikan dengan kemampuan produk atau jasa tertentu.
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali , maka dia disebut pengecer atau distributor.

SMK Motivasi Insani

Sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan penidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP/MTs. SMK sering disebut juga STM (Sekolah Teknik Menengah). Di SMK,terdapat banyak sekali Program Keahlian.
Program Keahlian yang terdapat di SMK Motivasi Insani yaitu :
1. Administrasi Perkantoran
2. Tata Niaga ( Pemasaran )
3. Keuangan ( Akuntansi )

Pembelajaran dalam dunia pendidikan



Pembelajaran dalam dunia pendidikan

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Disisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.
Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreativitas pengajar. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreativitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar.
(sumber : wikipedia )

Minggu, 20 Maret 2011

Penilaian Kelas


Penilaian  kelas  adalah  suatu  bentuk  kegiatan  guru  yang  terkait  dengan pengambilan  keputusan  tentang  pencapaian  kompetensi  atau  hasil  belajar  peserta didik  yang  mengikuti  proses  pembelajaran  tertentu.  Untuk  itu,  diperlukan  data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Dalam hal ini,  keputusan  berhubungan  dengan  sudah  atau  belum  berhasilnya  peserta  didik dalam mencapai suatu kompetensi. Jadi, penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam  pelaksanaan  Kurikulum  Tingkat  Satuan  Pendidikan  (KTSP)  yang  berbasis kompetensi.
Data  yang  diperoleh  guru  selama  pembelajaran  berlangsung  dapat  dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi atau hasil belajar yang akan dinilai. Oleh sebab itu, penilaian kelas lebih merupakan proses  pengumpulan  dan   penggunaan  informasi  oleh  guru  untuk  memberikan keputusan,  dalam  hal  ini  nilai  terhadap  hasil  belajar  peserta  didik  berdasarkan tahapan belajarnya. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah Standar Kompetensi dan kompetensi dasar yang tercantum dalam kurikulum.
Penilaian  kelas  merupakan  suatu  proses  yang  dilakukan  melalui  langkah- langkah  perencanaan,  penyusunan  alat  penilaian,  pengumpulan  informasi  melalui sejumlah            bukti        yang               menunjukkan pencapaian      hasil            belajar            peserta   didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai cara, seperti unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), , dan penilaian diri.
Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami  dan  mampu  dikerjakannya.  Hasil  belajar  seorang  peserta  didik  tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya, tetapi dengan hasil yang dimiliki  peserta  didik  tersebut  sebelumnya.         Dengan  demikian  peserta  didik  tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai apa yang diharapkan.
Untuk mengetahui lebih jelas tentang penilaian kelas silahkan download pada link dibawah ini:


Kamis, 03 Maret 2011

Model-model Pembelajaran


Guru menjadi ujung tombak dalam pembangunan pendidikan nasional. Utamanya dalam membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal. Dalam melaksanakan proses pembelajaran diperlukan beberapa metode pembelajaran yang efektif sehingga peserta didik dapat dapat memahami apa yang disampaikan
berikut model-model pembelajaran efektif yang dapat di download
http://www.ziddu.com/download/14040224/mmodel_model_pembelajaran_efektif.ppt.html

Rabu, 02 Maret 2011

Kelinci Si Penakut


Kelinci memang dari dulu terkenal sebagai hewan yang bernyali kecil, sering ketakutan tanpa alasan yang jelas, sesegera mungkin menyingkir bila dia merasa terganggu keamanannya.

Suatu hari, terlihat sekelompok kelinci sedang berkumpul di tepi sebuah sungai, mereka sibuk berkeluh kesah meratapi nyalinya yang kecil, mengeluh kehidupan mereka yang senantiasa dibayangi dengan mara bahaya. Semakin mereka ngobrol, semakin sedih dan ketakutan memikirkan nasib mereka.

Alangkah malangnya lahir menjadi seekor kelinci. Mau lebih kuat tidak punya tenaga, ingin terbang ke langit biru tidak punya sayap, setiap hari ketakutan melulu. Mau tidur nyenyak pun sulit karena terganggu oleh telinga panjang yang tajam pendengarannya sehingga matanya yang berwarna merah pun semakin lama semakin merah saja.

Mereka merasa hidup ini tidak ada artinya. Daripada hidup menderita ketakutan terus, mereka berpikir lebih baik mati saja. Akhirnya mereka mengambil keputusan beramai-ramai hendak bunuh diri dengan melompat dari tepian tebing yang tinggi dan curam. Maka para kelinci terlihat berbondong-bondong menuju ke arah tebing.

Saat mereka melewati pinggir sungai, ada seekor katak yang terkejut melihat kedatangan kelinci yang berjumlah banyak. Tergesa-gesa si katak ketakutan dan segera meloncat ke sungai melarikan diri.

Walaupun si kelinci sering menjumpai katak yang melompat ketakutan saat melihat kelinci melintas, tetapi sebelum ini mereka tidak peduli. Berbeda untuk kali ini. Tiba-tiba ada seekor kelinci yang tersadar dari kesedihannya dan langsung berteriak, "Hei, berhenti! Kita tidak usah ketakutan sampai perlu harus bunuh diri. Karena lihatlah, ternyata ada hewan lain yang lebih tidak bernyali dibandingkan kita yakni si katak yang terbirit-birit saat melihat kita!"

Mendengar kata-kata itu, kelinci yang lain tiba-tiba pikiran dan hatinya terbuka, seolah-olah tumbuh tunas keberanian di hati mereka. Maka dengan riang gembira mereka mulai saling membesarkan diri masing-masing, "Iya, kita tidak perlu ketakutan!"

"Tuh kan, ada mahluk lain yang lebih pengecut dari kita."

"Iya, kita harus semakin berani."

Perlahan-lahan mereka berbalik arah kembali kearah pulang dengan riang gembira dan melupakan niatnya untuk bunuh diri.

Pembaca yang budiman,Saat keberuntungan sedang tidak memihak kepada kita, jangan suka meratapi nasib yang dirundung malang seakan-akan hanya kitalah mahluk paling menderita di muka bumi ini. Lihatlah di sekeliling kita. Masih begitu banyak orang yang lebih susah, sengsara, dan sial dibandingkan kita. Jika mereka yang hidup dalam kekurangan tetapi mampu menjalaninya dengan tegar dan tetap berjuang, kenapa kita tidak?

Apa pun keadaan kehidupan kita hari, seharusnya kita jalani dengan optimis dan aktif. Nasib tidak akan dapat kita ubah tanpa manusia itu sendiri yang siap mengubahnya. Karena sesungguhnya, `sukses adalah hak setiap orang'. Success is my right, sukses adalah hak siapa saja yang mau berjuang dengan sungguh-sungguh.

Salam sukses luar biasa!!!

Sumber: Kelinci Si Penakut oleh Andrie Wongso